Feed on
Posts
Comments

Pindah Blog

Karena saat ini saya pindah ke Swedia untuk melakukan penelitian di sana, tentunya tidak etis kalau pengalaman-pengalaman atau tulisan-tulisan saya yang terkait dengan kegiatan tersebut dituliskan pada domain ugm.ac.id. Oleh karena itu, blog di domain ini untuk sementara saya nonaktifkan dulu, dan untuk selanjutnya pindah ke

agungnuclear.wordpress.com


Tentunya karena masih baru, blok tersebut masih “virgin” dan pelan-pelan akan diisi.

Damar Canggih Wicaksono, Alexander Agung, Sihana

Manajemen bahan bakar dalam teras berusaha menentukan tata letak perangkat bahan bakar yang memberikan perilaku reaktor yang optimum sepanjang siklus.  Perilaku reaktor yang optimum didefinisikan sebagai reaktor dengan nilai k_eff akhir siklus yang maksimum, namun masih dalam batas keselamatan. Batasan keselamatan yang dipilih adalah nilai Faktor Daya Puncak Radial maks. (max. Radial Power Peaking Factor/PPF_R) yang diminimasi sepanjang siklus. Kedua parameter yang saling kompetitif ini membuat problem optimasi menjadi multiobjektif.

Guna menekan PPF agar seminimal mungkin, racun dapat-bakar gadolinia digunakan. Tingkat pengkayaan racun dapat-bakar harus ditentukan secara optimal agar mampu menekan PPF_R sepanjang siklus, namun di sisi lain tidak memberikan penalti reaktivitas berlebih di akhir siklus.

Problem optimasi yang bersifat multivariabel, multiobjektif, kombinatorial, dan constrained ini diselesaikan dengan algoritma metaheuristik Simulated Annealing. Karena sifatnya yang multiobjektif, solusi didefinisikan sebagai sebuah himpunan, yaitu himpunan Pareto, yang berisi kumpulan solusi di mana anggota-anggotanya tidak lebih baik satu sama lain tanpa definisi derajat kepentingan lebih lanjut. Himpunan ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan tentang tata letak perangkat dalam teras.

Dari hasil optimasi didapatkan himpunan pareto dengan anggota 109 solusi tak-terdominasi. Berdasarkan bilangan imbal-balik didapatkan solusi akhir yang memberi perpanjangan siklus sebesar 27% (151 hari) dan penurunan PPF_R sebesar 4,9% terhadap model reaktor standar.

antarmuka

Gambar 1. Antarmuka program optimasi teras

meant

Gambar 2. Rerata nilai fungsi objektif yang diterima sebagai fungsi suhu penganilan

efekdominasi

Gambar 3. Efek penerimaan solusi mendominasi pada diversitas Pareto-Front

optimum

Gambar 4. Konfigurasi Teras optimum

evolusi-facet

Gambar 5. Evolusi k_eff dan PPF_R

daya-bp

Gambar 6. Densitas daya relatif teras optimum dengan racun dapat-bakar

senior-thesis-cartoon

Kayaknya kita akan ketinggalan (lagi) dengan Vietnam… duh….

Vietnam narrows sights to two locations for 2020 reactor

Thursday, May 07, 2009
Following a meeting with the IAEA, Vietnam’s atomic energy commission has proposed two locations for its first nuclear power plant, according to a report from local media outlet VOV News.
The Vietnam Electricity Group chose Phuoc Dinh commune in Ninh Phuoc district and Vinh Hai commune in Ninh Hai district, in the southeastern province of Ninh Thuan to accommodate Vietnam’s first nuclear power plant.
It reported that the Ministry of Science and Technology is currently performing a safety review.
The country aims to have an operational plant by 2020, according to a statement by Vietnam Electricity Group, which is now gearing up for developing training programmes of 10-15 years for personnel for nuclear power plant work.
There are now about 750 people working at the Institute of Energy and more than 40 working at the Department of Radiation Safety and Nuclear. Both groups can be tapped for management resources.
This will be human resources for the management of safety, the researchers developed.
Cao Chi, a professor at Vietnam’s institute of atomic energy, proposed the country set up a steering committee for nuclear personnel training.

Sumber: Nuclear Engineering International

Artikel lengkap bisa di baca dari link ini. Salah satu bagian darinya:

When it comes to safety, added layers of protection only enhance nuclear energy’s capability to provide clean, efficient power, with performance levels increasing steadily over time. In 2008, U.S. nuclear plants surpassed coal, natural gas, oil and all other fuels that make electricity by operating to more than 90 percent of their total rated capacity. Nuclear plants also generated approximately 805.7 billion kilowatt-hours of electricity last year, enough to serve the total year’s electricity needs of one-fifth the U.S. population.
 

Berita yang lain :

Nearly 23 million hours worked over a span of almost nine years without a lost time accident is a remarkable feat for any industrial facility. That is exactly what Arkansas and Nuclear One employees have accomplished and the meter is still running. The Occupational Safety and Health Administration recently approved ANO’s continued participation at the voluntary projection program star level, the program’s highest rating, a status ANO has maintained for 12 years and a nuclear industry record.

Older Posts »